.. Untitled Adventure ..
merangkak dalam kelam, menyusuri tiap ruas waktu yang sempat tercipta.. singkat memang tapi begitu melekat.. aku terbuai dalam rasa cinta yang tak pernah ada sebelumnya, seisi perutku seolah bergetar saat semuanya kembali terkilas dalam memory.. saakiit.. ya sakit sekali.. aku seperti tanah tandus yang selalu dihujani rindu, lama kelamaan makin menjadi lembek dan susah untuk mengering.. luka itu terlalu dalam sayang, sakit ini t
terlalu perih… pernah terfikir tuk hapuskan kisah kita, tapi aku tidak bisa, aku kebingungan,aku seperti diam ditempat sulit untuk bergerak.. aku terjebak..
sayang, haruskah aku berakhir seperti ini? haruskah hatiku tertutup seperti ini? bodohkah bila aku masih belum bisa melupakanmu? aghhhhhhhhhhhhhhhhh mungkin aku memang salah, mencintainya hanya karna aku merasa dia adalah kamu.. aku egoissssssss… tapi aku harus apa?
evan….
aku cuma mau bilang, rasa yang aku rasain saat kita bersama muncul lagi… dan apa kamu tau, perasaan itu sakit banget… aku harus ngelupain dia van, aku ga boleh sayang ama dia lagi.. awalnya aku gapengen punya rasa yang superdper gila ini, aku maunya cuma sama kamu aku ngerasain beginian.. tai gatau kenapa aku bisa sayang juga ama dia..
kamu taukan van kalo aku gabisa segampang ini punya rasa ama cowok.. satu-satunya rasa ini cuma pernah aku rasaindisaat sama kamu.. tapi semua pribadinya mirip banget ama tingkah polah kamu van, aku ngerasa kamu tu hidup lagi..
van, sampe sekarang aku gabisa lupain kamu, aku masih sayang sama kamu, aku juga sayang dia yang sekarang membuat aku sulit untuk tertidur..
van, kamu marah ga sama aku? jujur van, aku lelah dengan keadaan ini, aku hanya ingin tenang dan tidak ada yang mengganggu…
satu hal yang perlu kamu tau van, kamu akan selalu ada disini, dan juga dia… tapi aku gatau apakah dia punya rasa yang sama seperti aku..
evan, kamu yang tenang ya disana, sampein salamku sama tuhan kalo aku udah gamarah kok sama dia.. hehhehehe
love u and misssssssssss uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu sayangggggggggggg
bulan..
berikan sedikit cahayamu dalam malamku, biarkan aku berada dalam penciptaan sinar yang kau abadikan, aku hanya inginkan malam bersama mereka penuh warna sebelum terik jerat hawa jakarta mengharuskan aku kembali pada kota itu..
sejujurnya aku masih ragu, ada keraguan besar yang sulit kuhilangkan.. entah karna matahari yang terus mencibir kearahku, atau karna bayang-bayang masa lalu masih grogoti imajinasiku.. aku tidak tau, yang aku tau aku bingung dalam perencanaan ini..
bulan..
jika kelak rencanaku terwujud, aku titipkan ibu, ayah, adik serta anak-anak yang kehidupannya banyak termakan oleh keusilanku kau lindungi dari atas sana.. jangan pernah memburamkan cahayamu jika salah satu dari mereka menatapmu dengan sengaja.. aku sayang mereka, sangat menyayangi mereka..
bulan..
beritahu bintangmu aku ingin melihatnya.. tolong jangan terlalu lama mendiamkan aku seperti ini, aku tidak sanggup.. kau tau bintang, saat ini aku benar-benar ingin menangis, menangis dan terus menangis.. jika kau melihat rupaku sekarang, maka bisa kupastikan kau akan tertawa.. kusam, kumal, bingung harus apa.. aku tak ubahnya seperti anak idiot yang hanya bisa diam dan bungkam dengan keadaan hati yang tak jelas ini..
ah sudahlah, mungkin lain kali akan aku dapat berbicara lagi.. sekarang yang aku tahu, keadaanku begitu kebingungan..
TOGA..
4 huruf ini telah membuat gulir bening di tepian indra penglihat saya menampakkan diri.. entah karna apa-apa saya bisa menangis hanya gara² menyaksikan puluhan potret diri teman di jejaring FB saya mengupload gambar-gambar mereka yang tengah berseragam baju wisuda, dilengkapi dengan TOGA.. ahh saya menangis„ ya saya menangis menyaksikan semua itu..
ada sedikit sisi penyesalan dan ada rasa iri.. tapi menyesal untuk apa? dan iri juga pada siapa? toh semua ini keputusan saya yang mensakralkan.. berhubung saya mengetahui kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan pendidikan, dengan alasan semua itu hanya akan buang-buang uang.. toh ending dari kuliah ya kerja juga, mending kerja dari sekarang.. begitulah alasan yang saya berikan pada kedua orangtua saya tentang keputusan saya untuk tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi..
siapa yang salah? dan siapa yang menyesal? bukankah itu keputusanmu sendiri? bukankah hidup seperti ini adalah pilihanmu sendiri?.. yach seperti itulah hati ini terus melontarkan kalimat-kalimat untuk diri saya sendiri.. saya hanya bisa bungkam dan terus bungkam, karna semuanya bermula pada saya, dan tidak seharusnya juga saya harus menyesali semua itu, tidak seharusnya saya menangis melihat keadaan sekarang..
gambar demi gambar yang mereka upload terus saya pelototi, dan tangan saya terhenti pada satu gambar yang nyaris membuat tangis saya mengeluarkan suara.. gambar seorang anak perempuan yang tengah memakai seragam wisuda lengkap dengan toga berfoto merangkul kedua orang tua mereka.. dan bisa saya pastikan, itulah moment-moment paling mengesankan dalam perjalanan hidup seorang anak dan orangtua.. senyuman ayah dan ibunya begitu indah, mungkin dalam hati mereka bangga dan bahagia melihat gadis kecilnya kini telah dewasa dan berhasil dalam pendidikannya.. ya mungkin saja..
tapi yasudahlah, say tidak akan berlarut-larut dalam penyesalan ini.. saya harus bisa mengedepankan mimpi-mimpi saya.. saya harus berhasil meski tanpa melewati jalur pendidikan..
untuk semua yang wisuda kemaren, CONGRATULATION !! semoga ilmu yang kalian dapatkan selama ini bisa bermanfaat.. dan semua jerih payah, peluh keringat orangtua kalian bisa terbalas setimpal dengan cara mampu membahagian mereka lahir dan bathin.. hidup kalian tidak akan berjalan dengan indah tanpa do’a mereka.. sekali lagi, CONGRATULATION guyz !!


